Blog

Semangat Nasionalisme dan Patriotisme dalam Film “Dunkirk”

Nasionalisme dan Patriotisme dua kata yang selalu di junjung tinggi yang juga berkaitan  dengan kemerdekaan. Penulis melihat sikap Nasionalisme dan Patriotisme warga Indonesia khususnya dikalangan anak muda saat ini seakan-akan masih perlu adanya peningkatan kembali tentang cinta terhadap NKRI.

 

Peristiwa terdahulu tentang perjuangan kemerdekaan selalu mengingatkan akan pentingnya kata tersebut. Kejadian yang begitu memilukan dan memukul bangsa Indonesia pada waktu itu. Bagamana para pahlawan kita benar-benar berjuang dengan penuh pengorbanan, berperang angkat senjata, tanpa rasa takut terhadap musuh demi tegaknya Kemerdekaan di bumi pertiwi.

 

Penulis ingin sedikit mengelaborasi nilai Nasionalisme dan patriotisme yang terdapat dalam Film “Dunkirk”. Singkat cerita dalam film tersebut penulis uraikan dalam tiga sudut pandang. Sudut pandang pertama (The Mole), segmen yg menceritakan tentang evakuasi 3 prajurit yang berasal dari Inggris, sayangnya setiap usaha evakuasi mereka selalu menemui hambatan dari pihak musuh. Kemudian sudut pandang kedua (The Sea), menceritakan warga sipil biasa yang turut membantu evakuasi para prajurit di kota Dunkirk. Dan sudut pandang ketiga (The Air), menceritakan air support dari 3 pilot pesawat Spitfire yang sangat mengagumkan serta penuh intrik dan drama.

 

Dalam cerita tersebut bahwasannya kita sebagai umat Manusia hendaknya selalu tetap berjuang dalam setiap cobaan atau apapun aral yang melintang. Jangan pernah kita menyerah dengan keadaan, tapi keadaanlah justru yang harus kita kendalikan dengan segenap jiwa dan raga. Selain itu, berjuang dan sungguh-sungguh harus di terapkan dalam hal apapun, termasuk kita sebagai warga Negara Indonesia, warga yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika harus mampu berjuang dan mempertahankan perjuangan para pahlawan bangsa dengan menjaga NKRI sebagai tempat dimana kita lahir, dibesarkan, menua dan mati.

 

Kita sebagai penerus para pejuang para pahlawan untuk mempertahankan Indonesia, marilah bersungguh-sungguh dan jangan bermalas-malasan.  Jangan biarkan “monster” malas mengontrol diri kita sehingga tidak ada kreatifitas atau sikap inovatif dalam hidup kita. Ini sesuai dengan pepatah Arab “Ijhad walaa taksal, walataku ghoofilan, fanadaamatul ‘uqba, liman yatakaasal” maknanya Bersungguh-sungguhlah dan jangan malas, dan jangan pula lengah/lalai, karena penyesalan hanya bagi mereka yang malas.

 

Juga termaktub dalam kitab suci Al-Qur’an akan pentingnya sikap bersungguh-sungguh dijabarkan dalam Surat Al-Ankabut ayat 69: “Dan orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami…

 

Sederhana memang. Tapi sulit dipraktekkan. Bersungguh-sungguh dalam mengerjakan segala sesuatu adalah keharusan. Kita sebagai warga Negara yang baik harus mendukung persatuan dan kesatuan NKRI. Melihat pelajaran dari film tersebut saya merasakan betapa genting dan ngerinya perang yang terjadi antar Negara tersebut. Ini pun “sama” dengan apa yang dilakukan oleh para pahlawan kita terdahulu yang memerjuangkan kemerdekaan Indonesia ratusan tahun lamanya dengan penuh pengorbanan yang sangat besar.

 

Tak terbayang jika hari ini perang senjata terjadi lagi. Apa masih kita duduk terdiam melamun saja? Apa masih kita saling bertikai dengan sesama hanya karena beda suku, agama, bahasa,? Hargailah jasa para pahlawan kita yang telah banyak berkorban untuk kita, hargai dengan cara kita berpartisipasi dalam hal apapun untuk kebaikan NKRI dan Pancasila. Jangan biarkan NKRI dan Pancasila di ubah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

 

Sebagai generasi penerus bangsa kita perlu mencontoh semangat perjuangan para pahlawan kita. Kita bangkitkan kembali dalam diri kita sikap Nasionalisme dan Patriotisme yang mungkin telah lama terlelap. NKRI harus dijaga dan diperjuangkan seperti  nyawa diri kita sendiri. maxresdefault

Advertisements